Opini

Akuakultur Merupakan Garda Terdepan Maritim Indonesia

(www.JNnews.co.id) | Oleh : Sintana Tri Yuniar. 

Akuakultur atau budidaya perikanan merupakan salah bagian dari kegiatan maritim Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumberdaya yang melimpah. Nah, karena sumberdaya yang melimpah itu Indonesia dapat menangkap dan mengekspornya atau hanya sekedar cukup untuk makan bagi nelayan. Namun pada akhirnya sumberdaya yang melimpah itu diambil secara terus menerus akan habis. Itulah fungsi utama dari akuakultur, yakni memastikan bahwa sumberdaya yang ada itu tetap dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Sumberdaya yang melimpah itu merupakan berkah tersendiri bagi Indonesia, oleh sebab itu pemerintah harus lebih memperhatikan agar hal yang menjanjikan ini tidak disia-siakan begitu saja.

Ada banyak hal yang menjanjikan dari akuakultur ini sehingga menurut saya akuakultur merupakan garda terdepan maritim Indonesia. Karena akuakultur merupakan penyumbang pendapatan negara yang cukup besar ditambah sumberdaya alam nya yang melimpah. Menurut saya bila kita dapat menguasai dengan kata lain mengelola sumberdaya alam dengan benar maka kita dapat keuntungan yang besar juga.

Bukan hanya untuk meningkatkan kuantitas namun akuakultur juga haruslah meningkatkan kualitas produk nya agar menjadi yang terbaik ,sehingga Indonesia dapat menjadi poros maritim dunia selayaknya pada zaman keemasannya yakni saat kerajaan Sriwijaya berdiri.

Salah satu akuakultur yang menjanjikan adalah budidaya lobster mutiara. Indonesia dikenal sebagai pengekspor lobster mutiara terbesar dan harga lobster mutiara ini Rp1,5 juta per kg ditahun 2020. Dikarenakan Indonesia memiliki banyak terumbu karang yang merupakan habitat aslinya lobster mutiara maka lobster ini dapat dibudidayakan dengan mudah.

Bukan hanya untuk meningkatkan kuantitas namun juga kualitas nya. Saya menyarankan agar mengekspor lobster ketika sudah menjadi indukan atau dengan kata lain sudah dewasa karena bila dijual anakkannya harganya akan sangat membanting.

Banner Iklan Sariksa

Lalu ada juga ikan gulama yang dibudidayakan untuk diambil gelembung renangnya, dimana gelembung renangnya bisa dijual hingga puluhan juta per kilonya. Itu semua karena gelembung renangnya digunakan sebagai benang untuk operasi. Dari apa yang saya baca diberbagai artikel bahwa ikan gulama ini berada di Merauke dan para nelayan sekarang agak susah untuk mendapatkan nya.

Ini merupakan salah satu ajang bagi akuakultur agar dapat melestarikan ikan gulama sehingga kedepannya manfaatnya itu agar tetap terjaga.

Ada juga budidaya Napoleon, seperti yang kita semua ketahui ikan Napoleon merupakan salah satu ikan hias yang harganya fenomenal. Walaupun budidaya nya perlu ekstra hati-hati karena ikan ini tergolong sensitif terhadap stress, itu juga merupakan salah satu alasan mengapa ikan ini harganya fenomenal. Namun seperti kata orang bijak “ semua akan aman bila dipegang oleh orang yang tepat”.

Dari kata tersebut dapat mengetahui bahwa maknanya adalah seorang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan dapat melakukan hal tersebut. Akuakultur Napoleon merupakan hal yang menjanjikan namun haruslah memiliki pengetahuan yang cukup untuk memulainya.

Seperti yang diketahui bersama bahwa apapun kegiatannya pastilah kita harus tahu apa dan bagaimana kegiatannya agar kita bisa beraktivitas lancar tanpa hambatan. Begitu pula dengan akuakultur. Indonesia adalah negara maritim yang kaya akan sumberdayanya, namun pengelolaannya yang masih kurang. Dengan kata lain sumberdaya manusia nya kurang.

Ini seperti timbangan yang berat sebelah, karena Sumberdaya yang banyak itu dengan minimnya pengetahuan maka yang didapatkan adalah eksploitasi terhadap sumberdaya tersebut. Hal ini kedepannya dapat menimbulkan kerugian besar bagi Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan kepada akuakultur ataupun masyarakat yang tinggal di daerah pesisir bisa berupa sosialisasi bagaimana cara memanfaatkan sumberdaya yang ada serta melestarikan lingkungan nya. Semuanya dilakukan untuk tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat namun juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Masyarakat berhak memiliki edukasi tentang mengelola sumberdaya yang ada agar kedepannya pengangguran di Indonesia juga berkurang.

Bukan hanya peran pemerintah, namun ini juga peran bagi seluruh organisasi maupun individu yang bergerak di bidang kemaritiman untuk meningkatkan dan mengedukasi masyarakat pesisir agar Indonesia menjadi poros maritim dunia kembali.

Ditambah pemerintah dapat membentuk sebuah wadah dibawah naungannya dengan tujuan agar para pembudidaya seluruh Indonesia dapat bersatu dan didata, di wadah itu juga diadakan forum diskusi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk budidaya nya, mencari lerasi, serta meningkatkan solidaritas akuakultur Indonesia.

Karena saya percaya bahwa bhineka tunggal Ika dapat membuat Indonesia menjadi negara yang maju dan dapat menjadi poros maritim dunia.

Editor- Roy

Redaktur-Suwardi SH

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button