BeritaDaerahKesehatan

Arinal : Isolasi Terapung di Lampung Telah Siap

Lampung (JNews) – Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi menegaskan bahwa isolasi terapung susah siap, nakes pun telah disiapkan.

“Ini semua adalah perhatian khusus dari pemerintah sebagai salah satu upaya kita terhadap pengendalian Covid-19 karena rakyat harus kita selamatkan,” kata Arinal di Bandarlampung, Jumat (20/8).

Dia mengungkapkan pemerintah daerah telah menyiapkan tenaga kesehatan, karena pendukung lainnya akan disiapkan dari Kemenkes, PT Pelni, BNPB, dan Kemenhub.

Ia mengatakan kehadiran tempat isolasi apung ini untuk mengantisipasi bila terjadi penambahan pasien kasus Covid-19, terutama di wilayah Lampung Selatan, Bandarlampung dan Pesawaran.

“Covid-19 ini tidak bisa diprediksi, karena itulah ini salah satu upaya yang kita persiapkan. Tetapi semua harus berjuang dan berdoa agar angka Covid-19 di Lampung terus menurun,” katanya.

Kapal isolasi terpusat KM Lawit ini akan diisi tempat tidur untuk pasien berkapasitas 419 bed dan 18 tempat tidur untuk tenaga kesehatan.

“Terima kasih kepada Kementerian terkait yakni Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Menko Perekonomian dan Kepala BNPB serta lainnya yang segera merespons sehingga kapal ini bisa sampai di Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan pasien yang akan dirawat di kapal tersebut adalah seseorang yang dikategori positif Covid-19 tanpa gejala.

Ia menyebutkan kapal tersebut akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri.

“Ini menghindari masyarakat yang positif Covid-19 untuk isolasi mandiri di rumah karena kita takutkan di rumah itu ada orang tua yang rentan dan juga ada anak-anak,” ungkapnya.

Reihana menjelaskan pasien yang dirawat di kapal ini nantinya berkoordinasi dengan pihak puskesmas.

“Puskesmas harus memantau jika ada yang positif langsung dikirim ke sini,” katanya.

Ia mengatakan, selain perawat dan dokter, juga disiapkan para ahli gizi untuk melihat makanan yang disajikan untuk pasien.

Pada kesempatan yang sama, Kapten Herman Obrein selaku nakhoda kapal mengatakan kapal ini menyiapkan dua dek untuk ruangan isolasi.

Selain itu, juga disiapkan dek khusus untuk tenaga kesehatan dan tenaga kerja lainnya. Pihaknya menyiapkan 50 tenaga kerja di kapal. (red)

editor Roy

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button