BeritaDaerah

Jalur Masuk Kota Bandarlampung Mulai Dijaga

Bandarlampung, (www.JNnews.co.id) – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mulai menjaga jalur masuk dan keluar Kota Bandarlampung, guna menekan penyebaran virus tersebut.

“Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung mulai membangun posko untuk melakukan penyekatan di lima titik,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahamd Nurizki di Bandarlampung, Rabu (14/4).

Dia mengatakan, penyekatan sudah dilakukan sejak kemarin dibangun pada titik keluar masuk wilayah Kota Bandarlampung.

Ia pun mengimbau agar masyarakat baik dalam kota ataupun luar kota/daerah untuk mengikuti semua peraturan yang berlaku ketika memasuki Kota Bandarlampung dengan membawa surat vaksinasi ataupun tes cepat antigen.

“Kita tidak mau kecolongan dengan lambat membuat posko karena sekarang kota ini sedang berupaya menuju ke zona hijau,” kata dia.

Adapun lima titik posko penyekatan masing-masing berlokasi di Kecamatan Panjang mengantisipasi kendaraan yang masuk dari pelabuhan Bakauheni menuju Bandarlampung melalui Jalan Lintas Sumatera.

Posko di Kecamatan Kemiling mengantisipasi ke luar masuk kendaraan dari arah Kabupaten Pesawaran melalui Jalan Lintas Barat, Kemudian di Kecamatan Rajabasa yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Lampung Selatan.

-

“Dua posko ada di Sukarame yang merupakan jalur masuk ke Bandarlampung melalui Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), begitu juga di Lematang yang merupakan jalur ke luar masuk kendaraan dari JTTS,” kata dia.

Pelaksanaan Penyekatan akan dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB yang dibagi menjadi dua shift. Sedangkan untuk anggota berjumlah 20 sampai 22 orang yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Dishub dan Pol PP Bandarlampung.

“Nantinya kita akan melakukan razia dan penegakan prokes bagi setiap orang yg memasuki wilayah Kota Bandarlampung,” kata dia.

Ia pun mengingatkan kembali bahwa bagi orang ataupun pengunjung dari luar Provinsi Lampung yang akan memasuki wilayah Kota Bandarlampung wajib menunjukkan bukti hasil negatif tes usap polymerase chain reaction (PCR ) atau hasil negatif tes cepat antigen 3×24 jam dari waktu keberangkatan.

“Bagi yang kedapatan tidak memiliki bukti tersebut maka akan kita putarbalikan dan tidak bisa masuk ke sini,” katanya.

editor Roy

redkasi –

About Author

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
https://jnnews.co.id/