BeritaNasional

Kadis kebudayaan Sumsel Terima Penghargaan Kemendikbud

JAKARTA, (JNnews.co.id) | Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syarizal, SP., M.Sc,  menerima penghargaan dibidang kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

Penghargaan yang diberikan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan berupa tujuh belas sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Bertempat di Hotel Millenium Sirih Jakarta Pusat hari ini, Senin (15/3/21), penyerahan sertifikat WBTb tersebut disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Fitra Arda, M.Hum. Prosesi penyerahan sertifikasi ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Pertemuan Pemangku Kepentingan Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2021.

Sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1044/P/2020 tentang Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2020, dua karya budaya dari Provinsi Sumsel sah dan diakui secara nasional. Dengan demikian telah 34 WBTb dari Provinsi Sumsel bersertifikasi Indonesia.

Foto ; Rec.dok

Diketahui sebelumnya bahwa sebanyak 153 sertifikat karya budaya dari berbagai provinsi yang ditetapkan menjadi WBTb Indonesia tahun 2020 mengalami keterlambatan untuk diterbitkan dan diserahkan. Hal ini lebih banyak disebabkan karena situasi pandemi yang berpengaruh terhadap proses dan tahapan prosedur sertifikasi.

“Sebelumnya kita mempunyai acara khusus untuk penyerahan sertifikat, tetapi karena situasi pandemi maka kita tidak bisa melakukan hal yang sama,” ungkap Fitra.

Namun, disamping penyerahan sertifikat yang paling terpenting adalah bagaimana komitmen setelah itu oleh penerima sertifikat. Sebab hingga tahun ini seperti disebutkan oleh Fitra bahwa jumlah yang sudah ditetapkan sebanyak 1239 WBTb.

Banner Iklan Sariksa

Aufa Syarizal mengatakan, semakin banyak WBTb Provinsi Sumsel yang ditetapkan secara nasional bukan berarti tugas dan kerja kebudayaan masyarakat Sumsel sudah selesai atau semakin mudah.

Justru bagaiamana upaya pelestarian yang dilakukan menjadi kekuatan baru agar semakin memperhatikan setiap karya budaya yang bernilai bagi masyarakat.

“Penetapan WBTb secara nasional ini memberikan makna bahwa adanya pengakuan dari pemerintah Indonesia terhadap karya budaya yang tersebar di seluruh daerah untuk dilakukan pelindungan. Sehingga hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama mulai dari kesediaan masyarakat dan pemerintah setempat untuk kemudian berkomitmen bersama guna melestarikan khasanah budaya daerahnya masing masing khususnya budaya yang ada di Sumatera Selatan”, jelas Aufa.

Oleh karena itu, menurut Aufa, dalam pengusulan penetapan WBTb pemerintah pusat selalu meminta komitmen pemerintah daerah untuk menyatakan pelestarian yang sudah dan akan dilakukan sebagai memperhatikan karya budayanya masing-masing.

“Untuk tahun ini, kProvinsi Sumsel, berdasarkan surat pengantar Nomor : 556/0336/Disbudpar.III/2021 mengusulkan 17 WBTb Tahun 2021 berserta data pendukung lainnya. Di harapkan dengan sertifikat ini karya budaya Sumsel dapat kdi tingkatkan, apabila kondisi karya budaya yang diajukan tidak terjadi peningkatan sesuai yang diharapkan, maka sertifikat pengakuan tersebut bisa saja dicabut. Kita berharap karya budaya,” papar Aufa.

Lebih lanjut Aufa menyampaikan penerimaan penghargaan ini juga tidak terlepas dari dukungan Gubenur Sumatera Selatan, H. Herman Deru yang terus menerus mengaungkan Warisan Budaya Sumsel untuk menduniakan budaya Sumsel hingga tingkat dunia.

“Dan salah satu WBTb Sumsel yaitu “EMPEK-EMPEK” sedang diperjuangkan  di tingkat Pusat untuk menjadi salah satu WBTb tingkat Dunia (UNESCO). Untuk itu, mohon dukungan dari semua pihak agar Empek- Empek dapat menjadi WBTb tingkat dunia”pungkasnya.

Adapun karya budaya WBTb tahun 2020 Provinsi Sumsel yang mendapatkan sertifikat, yakni lelang lebak lebung dan budaya perkawinan mabang handak. Sedangkan ada 17 usulan WBTb Tahun 2021 yakni  denda tepung tawar, burgo, selendang mudawaroh sulaman kelengkang, idangan, rumah rakit Palembang, telok abang Palembang, jejuluk, tari landing, sagarurung, sedekah serabi, gulo puan, tari cancang, sedekah rami, tari sambut sanggan sirih, tari gegerit, tari erai erai, dan nandai. /Danu

Editor-Roy

Redaktur-

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button