BeritaDaerah

Kajati Lampung Jadi Pemateri Kuliah Umum FH Unila, “Pancasila Restorative Justice dan Penegakan Hukum Yang Mengayomi”

LAMPUNG, (www.JNnews.co.id) | Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Dr. Heffinur S.H., M.Hum., memberikan Kuliah Umum Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) yang dilakukan secara langsung dan daring, pada Hari Rabu (31/3/2021) sekira pukul 13.30 WIB.

Dalam acara ini mengusung tema “Pancasila Restorative Justice dan Penegakan Hukum Yang Mengayomi”, yang  diakhiri dengan penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Mengajar Perkuliahan Semester Genap TA. 2020/2021 dengan Nomor; 1178/UN26.12/PP.02.00.00/2021.

Hadir dalam acara kuliah umum ini, secara langsung sebanyak 50 peserta, sedangkan peserta daring sebanyak 170 peserta, yang terdiri dari mahasiswa S1, S2 dan S3 Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila).

Foto ; Rec.dok

Kegiatan yang berlangsung di Gedung A Auditorium Prof. Hilman Adikusuma, diawali dengan pembukaan yang dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung, Dr. M. Fakih S.H., M.H., didampingi dengan Wakil Dekan I, II dan III beserta Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Dalam paparannya, Kajati Lampung, Dr. Heffinur S.H., M.Hum menuturkan bahwa tema Restorative Justice merupakan tema yang menarik untuk di pahami dan didiskusikan.

“Tema Restorative Justice menjadi tema yang menarik karena. kebutuhan dalam pembaharuan hukum positif di Indonesia yang saat ini, metode yang digunakan adalah keadilan retributif atau keadilan yang bertujuan pembalasan sudah menuju prespektif Keadilan Restorative atau keadilan yang memulihkan. Sehingga tidak ada lagi kasus-kasus seperti yang dilakukan oleh nenek Minah di Banyumas tahun 2009 yang mencuri dua buah kakao hingga sampai dipersidangan., kasus biji randu tahun 2009 oleh Manisih, kasus pencurian sendal jepit di Palu Sulawesi Tengah tahun 2012, serta kasus pencurian kayu jati oleh nenek Asyani. Acara yang berlangung kurang lebih 3 jam berjalan tersebut dengan tertib dan tetap memperhatikan protokol Kesehatan”, kata Kajati Lampung.

Foto ; Rec.dok

Sejak di terbitkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020, Lampung merupakan Provinsi pertama yang menerapkan Restorative Justice di Indonesia tepatnya di Kejaksan Negeri Lampung Selatan pada tgl 19 agustus 2020.

Banner Iklan Sariksa

“Hal ini diharapkan mampu menyelesaikan perkara tindak pidana ringan selesai tanpa ke meja hijau. Hal ini digaungkan pula oleh Jaksa Agung ST. Burhanuddin di level Internasional. Dalam acara bertema “Integreted Aprroaches to Challenges Facing the Criminal Justice System”.

Jaksa Agung menyampaikan di dalam acara tersebut, bahwa metode restorative justice falam peradilan pidana Indonesia merupakan pendekatan terintegrasi dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga penjatuhan putusan peradilan”, demikian papar Dr. Heffinur S.H., M.Hum. /Kasipenkum Kejati Lampung/Andrie W. Setiawan, SH, S.Sos, MH.

Editor-Roy

Redaktur-

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button