JAKARTA, (www.JNnews.co.id) | Pada Rabu 17 Maret 2021 kemarin, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemasangan tanda penyitaan barang bukti (BB) dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 Triliun (dua puluh tiga triliun rupiah).
Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH, MH melalui siaran pers resminya di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
“Pemasangan tanda penyitaan aset milik Tersangka yang dilaksanakan kemarin terhadap asset-aset milik dan atau yang terkait Tersangka BTS berupa 18 (delapan belas) unit kamar di Apartemen South Hills sebagai tindak lanjut dari proses penyitaan di Apartemen Soulth Hills beberapa waktu lalu guna memastikan status barang bukti agar tidak dialihkan kepada pihak lain”, ungkap Kapusenkum Kejagung.
Dia juga menerangkan bahwa Kegiatan pemasangan tanda penyitaan terhadap 18 (delapan belas) unit kamar di Apartemen South Hills didampingi oleh Manager Portofolio PT Coollers Internasional Indonesia, serta Pengelola Apartemen Muharifin Umar Sodiq dan Djulia.
Diketahui, pemasangan tanda penyitaan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan menerapkan 3M. /K.3.3.1/Kapuspenkum Kejagung.
Editor-Roy
Redaktur-